8 Tips Merawat Motor Matic

Motor matic harus dirawat secara berkala agar tetap prima/Dok: Internet.

Motor matic harus dirawat secara berkala agar tetap prima/Dok: Internet.

Melakukan perawatan motor matic gampang-gampang susah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kendaraan tersebut tetap lincah meski sudah digunakan bertahun-tahun. Walaupun bukan pakar otomotif, saya tertarik berbagi pengalaman bagaimana melakukan perawatan motor matic agar tetap memiliki performa baik.

Saya mungkin termasuk salah satu generasi awal pengguna motor matic di Indonesia. Pada awal 2000-an, saat motor otomatis mulai populer di nusantara, saya mulai belajar mengendarai kendaraan roda dua tersebut. Masih lekat dalam ingatan, saya belajar menunggangi “si kuda besi” dengan meminjam motor matic milik sepupu.

Setelah lancar berkendara, pada pertengahan 2006 saya akhirnya memutuskan untuk membeli sendiri motor matic besutan salah satu produsen motor Negeri Sakura. Apalagi saat itu, saya juga mulai menjalani profesi baru sebagai wartawan di salah satu media lokal Kota Bogor. Memutuskan menjadi seorang jurnalis, otomatis membuat aktivitas saya semakin padat. Oleh karena itu, diputuskan membeli motor sendiri – tidak lagi meminjam milik sepupu.

Terlebih motor matic sangat mudah pengoperasiannya, tinggal gas-rem, selesai. Sehingga saat itu saya berpikir, tidak ada salahnya menyisihkan uang untuk membeli motor otomatis tersebut, toh pasti kendaraan roda dua itu akan terus bermanfaat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Keputusan saya ternyata tepat, kendaraan roda dua itu sangat membantu. Selama hampir 10 tahun menggunakan motor matic, tidak ada masalah berarti. Saya malah semakin leluasa melakukan aktivitas berkunjung dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan “si kuda besi” tersebut.

Jaga CVT tetap baik/Dok: Internet.

Jaga CVT tetap baik/Dok: Internet.

PENYEBAB PERFORMA MOTOR BERKURANG

Meski nyaris tidak ada masalah, pemilik motor matic tetap harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah continuous variable transmission (CVT) atau lebih dikenal dengan istilah sistem perpindahan kecepatan. Saat terjadi gangguan pada CVT, performa motor matic kesayangan akan menurun.

Saat roller CVT rusak atau aus, motor matic akan mengalami getaran yang tidak biasa pada putaran bawah. Selain itu, putaran atas seperti tertahan karena tidak berfungsi maksimal. Sementara, bila terjadi kerusakan pada mangkuk kopling CVT, motor matic yang dijalankan akan tersendat – motor seolah dihentak-hentakan dengan kencang.

Kecepatan motor matic juga terasa berkurang saat kampas sentrifugal mengalami kerusakan. Saat motor sudah di gas sekencang mungkin, namun lajunya tidak juga bertambah, besar kemungkinan kampas sentrifugalnya terganggu. Sementara, bila motor matic terus menerus slip, besar kemungkinan corong CVT-nya mengalami kerusakan.

Motor Matic Yamaha/Dok: Internet

Salah satu motor matic favorit/Dok: Internet

CARA MERAWAT MOTOR

Lalu apa yang harus dilakukan agar motor matic tetap terawat dengan baik? Ini beberapa tipsnya.

  • Panaskan motor sebelum digunakan

Wajib hukumnya memanaskan motor sekitar 5-10 menit sebelum digunakan. Hal ini bertujuan agar oli dapat tercampur dengan optimal di dalam mesin. Sehingga, kinerja motor menjadi lebih baik.

  • Rutin mengganti oli

Agar performa motor tetap baik, ada baiknya mengganti oli secara berkala setiap menempuh jarak 1.000 km. Jangan lupa juga selalu mengganti oli transmisi setiap kali sudah menempuh jarak 5.000 km.

  • Periksa kondisi aki dan busi

Aki dan busi harus dirawat agar performa motor tetap mantap. Fungsi busi dan aki saling berkaitan erat. Apalagi busi sangat berguna untuk menjaga laju motor tetap kencang.

  • Ganti oli shock breaker

Motor matic umumnya hanya memiliki satu shock breaker, oleh karena itu secara berkala harus mengganti oli shock breaker setiap 10.000 km agar motor tidak terguncang dan terdengar suara mendecit.

  • Cek roller dan vent belt

Perhatikan kondisi roller dan vent belt, apakah masih layak pakai atau tidak. Bila sudah aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

  • Hindari tanki bensin kosong

Jaga jangan sampai jarum speedometer bensin mencapai titik E. Selalu pastikan bensi terisi dengan cukup agar tidak terjadi kerusakan pada mesin.

  • Jangan Mengerem Mendadak

Jangan langsung menekan gas motor dengan tiba-tiba, maupun mengerem mendadak agar motor tetap awet.

  • Rutin melakukan perawatan di bengkel resmi

Rutin melakukan servis di bengkel resmi yang sudah dirujuk oleh produsen motor matic.

Itu beberapa tips perawatan motor matic yang harus di perhatikan. Semoga bermanfaat. Mungkin teman-teman ada tambahan tips lain untuk merawat motor matic? Bila ada, dapat ditambahkan di kolom komentar. (*)

Share This:

4 thoughts on “8 Tips Merawat Motor Matic

  1. TFS. Setuju harus dirawat dan dibawa ke bengkel secara berkala. Motor saya juga sudah lebih dari lima tahun tapi tetap kinclong karena rajin di panasin setiap pagi dan diservis ke bengkel resmi.

    1. Iya betul, saya sudah 10 tahun menggunakan motor matic. Alhamdulillah tetap awet. Makasih.

  2. wah saya selama ini panasin motor gak sampai 5 menit….. makasih infonya ya mbak…kudu dicoba manasin diatas 5 menit deh biar motor matic saya awet.. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *