Aplikasi MyJNE, Permudah Pengiriman Paket

Suasana Kantor Layanan JNE/Dok Antara

Suasana Kantor Layanan JNE/Dok Antara

Kembali dari kampung halaman menuju tempat perantauan, selalu menyisakan problema tersendiri. Masalah terbesar adalah barang bawaan yang membengkak berlipat-lipat. Hal tersebut dikarenakan, keluarga terdekat umumnya menyelipkan beragam barang untuk kita bawa ke tempat mencari rezeki.

Hal itu seperti yang pernah saya alami empat tahun lalu, saat saya pertama kali pulang kampung dari Batam, Kepulauan Riau ke Bogor, Jawa Barat. Saat akan kembali ke perantauan, bawaan saya yang awalnya hanya satu koper lumayan besar, beranak pinak menjadi beberapa kardus yang tidak akan kuat bila saya angkat sendiri.

Apalagi saat itu saya pulang kampung sambil membawa bocah berusia 14 bulan –  tanpa didampingi suami maupun asisten rumah tangga. Memikirkan deretan kardus yang harus dipindahkan dari Bogor ke Batam sempat membuat saya sakit kepala. Terbayang, harus repot menggotong kardus sepanjang perjalanan, belum lagi harus mengawasi bocah yang sangat atraktif.

Saat itu, saya juga sempat menyesali diri karena kalap membeli beberapa pasang sepatu boots di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Hujan. Harga sepatu boots yang hampir setengah dari harga sepatu boots di Batam, membuat saya lupa diri dengan membeli beberapa pasang sepatu.

Beruntung, sebelum saya menyerah meninggalkan pemberian dari beberapa kerabat, nenek saya memberikan ide yang sangat brilian. Beliau menyarankan agar saya memaketkan beberapa pakaian dan sepatu yang saya beli. Ia sepertinya sangat tidak rela, kue-kue tradisional yang sudah susah payah dibuat terpaksa harus saya tinggal.

Beliau bahkan menyelipkan beberapa lembar uang, katanya untuk menambah dana agar saya bisa memaketkan beberapa barang. Nenek saya juga bahkan memilihkan beberapa kardus yang katanya lumayan tebal, sehingga barang-barang yang nantinya dipaketkan tetap terjaga dengan rapi.

 

MyJNE yang dapat di install melalui ponsel berbasis Android.

MyJNE yang dapat di install melalui ponsel berbasis Android di Google Play/DOK JNE.

JNE, ANDALAN SAAT PULANG KAMPUNG

Saat itu, mencari jasa logistik yang membuka layanan pada hari Minggu ternyata sedikit sulit. Saya sempat ke gerai JNE yang dekat dengan rumah, namun ternyata tutup. Saya juga sempat mencoba pergi ke Kantor Pos, namun perusahaan pelat merah tersebut juga tidak beroperasi pada hari Minggu.

Beberapa kerabat sempat menawarkan diri untuk memaketkan barang saya pada hari Senin. Namun saya yang tidak terlalu suka merepotkan orang lain – apalagi barang yang akan saya paketkan ada beberapa kardus, tidak menyerah mencari jasa pengiriman logistik yang kemungkinan buka pada hari Minggu.

Saat itu saya mencari informasi dengan bantuan internet. Berbagai key word coba saya masukan ke mesin pencari Google, hingga akhirnya muncul satu titik layanan JNE di wilayah Empang, Kota Bogor. Bila dilihat dari alamat yang tertera, itu merupakan ruko penjual oleh-oleh khas Arab Saudi yang memang berderet di sepanjang Jalan Raden Saleh S Bustaman.

Waktu itu saya berpikir, bila gerai JNE tersebut menjadi satu dengan toko oleh-oleh, mereka pasti buka pada hari Minggu. Akhirnya dengan meminta bantuan salah satu saudara, saya membawa beberapa barang yang sudah di pak dengan rapi ke gerai tersebut. Kebetulan, JNE tersebut cukup dekat dari tempat tinggal saya yang di Bogor. Mungkin memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit dengan kendaraan.

Sesuai yang saya duga, toko tersebut memang buka dan melayani pengiriman barang. Namun pemilik toko mengatakan, paket saya baru bisa dikirimkan keesokan harinya dengan waktu pengiriman sekitar tiga hari kerja. Saya bilang tidak masalah, toh saya juga tidak terlalu memerlukan barang tersebut buru-buru.

Namun ternyata, tidak sampai tiga hari, paket-paket yang saya kirimkan sudah saya terima dengan baik di Kota Batam. Kardus-kardus sepatu saya bahkan utuh, tidak sampai meletot. Ternyata tanpa saya minta, petugas di gerai JNE membantu melakukan packing ulang dengan menambahkan lakban dan plastik tahan air.

Layanan JNE yang cukup memusakan tersebut membuat saya ketagihan untuk memaketkan barang. Sehingga, setiap kali pulang dari kampung halaman ke Batam, saya selalu memaketkan oleh-oleh non makanan dan baju kotor melalui JNE. Saya biasanya hanya tinggal membawa buah tangan berupa asinan, roti unyil, ataupun kue lapis Bogor.

Bila dihitung-hitung, lebih hemat memaketkan barang-barang melalui layanan logistik seperti JNE, dibanding harus membayar kelebihan bagasi. Tak apa menunggu satu atau dua hari, yang penting tangan dan pikiran saya bebas dari beban membawa tentengan. Apalagi saya menggunakan transportasi umum setiap kali pulang kampung.

Fitur pengecekan tarif/Dok JNE

Fitur pengecekan tarif/Dok JNE

LUNCURKAN APLIKASI DIGITAL

Jaringan JNE ternyata sudah tersebar d 5.000 titik layanan. Itu makanya mungkin saya tidak kesulitan mencari gerai JNE di sekitar rumah – baik saat di Bogor, maupun di Batam. Menurut Hendrianida Primanti, Head of Marketing Media Relations Department JNE, saat JNE Gathering di Batam pada pertengahan April 2016 lalu mengatakan bahwa perkembangan JNE sangat luar biasa.

Bila pada tahun 1990 – saat pertama kali JNE beroperasi, hanya memiliki delapan karyawan, kini salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia tersebut sudah memiliki 14.000 karyawan yang tersebar hampir di seluruh Indonesia. Layanan yang ditawarkan pun sudah sangat beragam.

JNE menawarkan layanan YES (Yakin Esok Sampai) yang menjamin kiriman sampai maksimal 48 jam di tempat tujuan, Super Speed yang memungkinkan paket diterima pada hari yang sama, OKE (Ongkos Kirim Ekonomis) bagi pelanggan yang tidak harus buru-buru menerima paket, hingga meluncurkan paket Jesika – Jemput Asi Seketika. Paket Jesika tersebut pasti sangat membantu ibu-ibu bekerja yang ingin tetap memberi ASI ekslusif bagi bayi mereka.

Selain menyediakan beragam paket layanan, JNE juga menguatkan pelayanan kepada pelanggan dengan meluncurkan aplikasi digital, MyJNE. Besok-besok saya tidak perlu lagi berpayah ria googling mencari lokasi terdekat JNE, karena sekarang sudah tersedia layanan JNE Nearby.

Selain mencari lokasi terdekat JNE – melalui aplikasi My JNE, pelanggan dapat melakukan pengecekan tarif, pengecekan kiriman, hingga memanfaatkan fitur My COD. Fitur yang baru diluncurkan tersebut merupakan kepanjangan dari Cash on Digital. Pembeli dan penjual online dapat memanfaatkan aplikasi e-commerce dari JNE untuk saling menjaga kepercayaan. Aplikasi tersebut bekerjasma dengan Bank Permata.

Jujur, untuk Cash on Digital saya belum pernah mencoba secara langsung, namun untuk fitur-fitur lain menurut saya cukup informatif. Pengguna jasa JNE akan sangat terbantu dengan fitur yang ditampilkan di MyJNE – terutama untuk fitur pengecekan kiriman. Memastikan paket yang kita kirim diterima oleh orang yang berhak, sangat membantu hati tidak deg-degan. Ada baiknya bagi yang sering mengirim paket atau bertransaksi online untuk menginstall Aplikasi MyJNE.

Suasana JNE Gathering Batam./Dok Pribadi

Suasana JNE Gathering Batam./Dok Pribadi

KUMPUL DENGAN BLOGGER BATAM

Setelah gagal bersilaturahmi dengan tim JNE pada acara yang bekerjasama dengan Kompasiana dua tahun lalu – karena satu dan lain hal, pertengahan April 2016 lalu, saya akhirnya berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Head of Marketing Media Relations Department JNE, Hendrianida Primanti, dan tim.

JNE Gathering tersebut diadakan di Kez’s bakery & Restaurant, Batam. Ada sekitar 30 blogger Batam yang hadir pada kesempatan tersebut. Batam merupakan kota kedua setelah Bandung, yang dikunjungi oleh Tim JNE. Tahun 2016 ini, akan ada 14 kota di Indonesia yang dikunjugi oleh Tim JNE.

 

Blogger Batam berfoto bersama tim JNE pada acara JNE Gathering, 19 April 2016 lalu./Dok Jogie Suadon

Blogger Batam berfoto bersama tim JNE pada acara JNE Gathering, 19 April 2016 lalu./Dok Jogie Suadon

Berdasarkan hasil bincang-bincang ringan dengan tim JNE, Batam katanya terpilih sebagai salah satu kota yang dkunjungi karena perkembangan bisnis JNE di Batam cukup pesat. Kota yang berbatasan langsung dengan Singapura ini, menyumbang 30-40 transaksi keseluruhan di Indonesia. Bahkan untuk lingkup Sumatera, menyumbang transaksi hingga 80 persen. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan online shop di Batam yang cukup tinggi.

Ah, sebenarnya bukan hanya faktor online shopnya yang berkembang cukup pesat, namun karena pelayanan JNE yang memang memuaskan. Dulu saat harus pindahan dari Bogor ke Batam, saya juga menggunakan jasa JNE untuk membantu mempermudah proses pemindahan barang-baranng. Cerita lengkapnya dapat dibaca di sini. (*)

 

Share This:

6 thoughts on “Aplikasi MyJNE, Permudah Pengiriman Paket

    1. Iya betul mbak, lebih praktis ya, ga capek bawa tentengan.

  1. Iya Mbak sama, saya juga pengguan setianya karena lebih tertelusur barang yang kita kirim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *