Menyusuri Replika Masjid Nabawi di Batam

Astaka dilihat dari Harris Hotel (Dok Pri)

Astaka dilihat dari Harris Hotel (Dok Pri)

Saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau, tidak ada salahnya menyempatkan diri berkunjung ke Alun Alun Engku Putri. Selain berada di pusat kota, ada banyak fasilitas rekreasi dan olahraga yang disediakan Pemerintah Kota Batam secara gratis, mulai dari jogging track, lapangan basket, lapangan futsal, skateboard corner, hingga batu pijakan untuk refleksi.

Bagi pengunjung dari luar kota, spot yang paling menarik perhatian dari taman kota itu adalah astaka. Bangunan tersebut merupakan warisan dari helatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV yang diadakan 2014 lalu. Astaka tersebut mirip Masjid Nabawi di Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhhamad SAW, baik dari segi bangunan maupun menaranya.

Astaka Kota Batam yang megah dan instagramable. (dokpri)

Astaka Kota Batam yang megah dan instagramable. (dokpri)

Setiap kali berkunjung kesana, selalu ada saja pengunjung yang sedang asik berfoto mengabadikan diri dengan view astaka tersebut. Bagi kami – saya khususnya, yang belum diberi kesempatan untuk pergi melihat secara langsung Masjid Nabawi, rasanya sudah cukup senang bisa ber-selfie atau ber-wefie ria dengan latar belakang replika masjid kebanggaan umat muslim tersebut.

Saat ini astaka tersebut masih kosong melompong, meski begitu tidak mengurangi keindahannya untuk diabadikan dalam sebuah foto. Kedepan astaka tersebut katanya akan dijadikan Museum Pembangunan Batam yang akan memamerkan perjalanan Batam hingga menjadi kota industri seperti saat ini. Untuk membangun museum tersebut, Pemerintah Kota Batam sudah menganggarkan dana Rp3,2 milliar.

Astaka Kota Batam yang akan digunakan sebagai museum dan perpustakaan.

Astaka Kota Batam yang akan digunakan sebagai museum dan perpustakaan.

Selain menjadikan museum, Pemerintah Kota Batam juga berencana akan memindahkan perpustakaan daerah ke astaka tersebut. Hal itu bertujuan agar perpustakaan lebih mudah diakses oleh masyarakat. Saat ini perpusatakaan daerah Kota Batam memang ada di lantai 7 kantor wali kota.

Saat ini pembangunan di astaka Alun Alun Engku Putri tersebut sepertinya sedang digesa. Kala saya berkunjung ke astaka tersebut minggu lalu, memang ada sekelompok orang yang sedang sibuk bekerja. Suara peralatan yang sedang digunakan para pekerja juga terdengar samar hingga ke luar astaka.

Sampah yang berserakan mengurangi kenyamanan pengunjung. (dokpri)

Sampah yang berserakan mengurangi kenyamanan pengunjung. (dokpri)

Namun sayang, entah karena terlalu sibuk menyiapkan astaka tersebut sebagai museum dan perpustakaan, areal di sekitar astaka terlihat kurang terawat. Ada banyak sampah yang berceceran di halaman sekitar astaka. Sebagian ada yang terlihat sudah dikumpulkan, namun hanya sebatas dikumpulkan begitu saja dipojokan halaman astaka.

Mungkin ada baiknya petugas kebersihan Kota Batam tidak hanya membersihkan sampah-sampah dialun-alun, namun juga disekitaran astaka. Apalagi astaka tersebut selalu ramai dikunjungi. Kalau astaka tersebut bersih, akan terlihat lebih enak dipandang. Pengunjung juga mungkin tidak segan nantinya bila harus berpose duduk disekitaran astaka.

Meski demkian, salut buat Pemerintah Kota Batam yang akan menggandengkan museum dengan perpustakaan. Museum dan perpustakaan merupakan perpaduan yang tepat untuk menambah pengetahuan. Semoga museum dan perpustakaan tersebut lekas selesai dikerjakan sehingga dapat segera dinikmati masyarakat.

How to get there?

Astaka terletak di Alun Alun Engku Putri, Batam Centre, masih satu kompleks dengan Kantor Wali Kota Batam. Persisnya sebelah Mega Mall Batam, atau sebrang Harris Hotel Batam dan Pelabuhan International Ferry Terminal Batam Centre. Bila dari arah Bandara Hang Nadim, tingga naik Trans Batam atau angkutan umum tujuan Jodoh-Nongsa.

Selamat berkunjung, selamat menikmati keindahan replika Masjid Nabawi. Salam Bataminenglish! (*)

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *