Yuk, Bermain dengan Nemo di Perairan Pulau Abang

Dok Pri/Suasana snorkeling di perairan Pulau Abang.

Dok Pri/Suasana snorkeling di perairan Pulau Abang.

Hari masih terlampau pagi saat kami sampai di Pusat Perbelanjaan Top 100 Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau. Saya dan suami datang 45 menit lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Meski demikian, kami ternyata bukan orang pertama yang sampai di meeting point tersebut, sudah ada beberapa bloger Kepri yang duduk manis di pintu masuk utama Top 100.

Mereka mengatakan bisa datang lebih cepat karena ternyata arus lalu lintas lancar jaya. Minggu (13/11), jalanan di Batam memang relatif sepi. Entah karena hari libur atau karena masih suasana pagi. Alhasil perjalanan yang diprediksi memakan waktu sekitar 30 menit, dapat ditempuh dalam waktu 15 menit.

Dok Pri/Dermaga di Pulau Nguan.

Dok Pri/Dermaga di Pulau Nguan.

Alasan sebenarnya bisa juga karena kami terlalu bersemangat untuk pergi ke perairan Pulau Abang. Pagi itu, kami – 28 bloger Kepri, memang diundang oleh Galang Bahari Wisata untuk snorkeling di perairan tersebut. Apalagi ada “ancaman” kalau terlambat ditinggal, alhasil kami semua datang lebih cepat dari waktu yang ditetapkan.

Waktu yang relatif panjang membuat saya dan beberapa bloger memutuskan untuk sarapan lebih dulu. Meski saat itu waktu masih menunjukan pukul 7:15 WIB, beruntung beberapa stall di foodcourt Top 100 sudah ada yang buka. Untuk menghemat waktu, kami semua akhirnya memutuskan untuk sarapan gado-gado.

img_0317

Dok Pri/Pulau Ranoh

Usai sarapan kami langsung menuju coaster bersiap ke Pelabuhan PT Pari Pulau Nguan, Jembatan 6 Barelang, Batam. Walaupun memakan waktu sekitar 60 menit, perjalanan tidak begitu terasa. Hal tersebut dikarenakan selama di dalam coaster kami asik ber-wefie ria sambil meng-update status di sosial media. Apalagi pemandangan kiri-kanan juga sangat menarik, yakni hamparan laut luas dan deretan bukit.

Dok Pri/Sampai langsung wefie.

Dok Pri/Sampai langsung wefie.

Singgah di Pulau Nguan

Sebelum snorkeling kami mampir ke Pulau Nguan. Ada satu rumah yang disiapkan Galang Bahari Wisata sebagai tempat singgah. Rumah singgah tersebut disiapkan pengelola wisata untuk tempat bilas sehabis snorkeling. Selain itu sebagai tempat untuk menyimpan beragam barang yang sekiranya tidak digunakan untuk aktivitas snorkeling. Jangan khawatir rumah tersebut sangat aman. Ada tiga kamar tidur yang semuanya berpintu dan berkunci. Bangunan itu memang disiapkan untuk peserta snorkeling, bukan rumah penduduk yang disewakan.

Setelah memilah barang dan berganti pakaian renang atau pakaian yang nyaman untuk snorkeling, kami semua dikumpulkan di teras depan rumah yang langsung menghadap laut. Zakaria, Owner Galang Bahari Wisata, memberikan arahan awal apa saja yang boleh dan tidak boleh dlakukan selama mengeksplorasi perairan Pulau Abang.

Dok Pri/Berlatih snorkeling dulu di Pulau Ranoh.

Dok Pri/Berlatih snorkeling dulu di Pulau Ranoh.

Ada dua hal yang paling ditekankan oleh pria yang akrab disapa Zak tersebut, yakni peserta wajib mengikuti semua arahan dari team guide agar snorkeling aman dan nyaman, kemudian peserta diharapkan tidak merusak biota laut di perairan Pulau Abang. Salah satunya tidak menginjak terumbu karang – terutama terumbu karang yang rapuh dan memerlukan waktu cukup lama untuk tumbuh, seperti Acropora Acuminata, Acropora Micropthalma, hingga Acropora Grandis.

Usai pengarahan kami bersiap menuju Pulau Ranoh. Perlu waktu sekitar 45 menit menuju pulau tersebut. Meski cukup lama perjalanan tidak begitu terasa, mungkin karena kiri-kanan banyak rumah penduduk khas daerah pesisir, selain itu ada banyak pulau kecil yang cantik tanpa penghuni. Angin yang bertiup sepoi juga sepertinya menjadi salah satu alasan kami betah berlama-lama di dalam boat, apalagi sambil mengobrol ringan dengan peserta lain.

Dok PriDuduk santai di Pulau Dedap.

Dok Pri/Duduk santai di Pulau Dedap.

Pulau berpasir putih tersebut menjadi tempat kami berlatih, sebelum benar-benar snorkeling ditengah laut yang lebih dalam. Saya yang awalnya tidak pe-de untuk ikut snorkeling – karena tidak bisa berenang, akhirnya berkali-kali nyebur. Team guide yang disiapkan Galang Bahari Wisata membuat saya berani mencoba snorkeling. Mereka mengajari hal-hal teknis bagaimana agar sukses snorkeling, seperti bagaimana mengambil nafas – mengambil nafasnya ternyata harus dari mulut karena mata dan hidung kita tertutup kacamata anti air, bagaimana menggerakan kaki, bagaimana menggigit snorkel agar air laut tidak tersedak masuk kedalam mulut, hingga bagaimana membersihkan uap yang muncul di kacamata.

Hal yang membuat tenang adalah mereka jumlahnya banyak. Untuk mendampingi 28 peserta snorkeling, Galang Bahari Wisata menurunkan 10 team guide yang bersertifikat. Selain ahli dan berpengalaman, mereka juga tak segan-segan membantu peserta yang kesulitan atau ragu-ragu saat menyelamkan diri kedalam air. Sehingga, meski baru pertama merasakan menyelam di dalam laut, tetap merasa aman. Terlebih, agar aktivitas snorkeling tetap aman dan nyaman, spot yang mereka pilih juga selalu disesuaikan dengan arus saat itu.

Dok Galang Bahari/Clownfish atau Ikan Nemo.

Dok Galang Bahari/Clownfish atau Ikan Nemo.

Melihat Nemo hingga Ubur Ubur

Ada tiga spot yang kami jelajah, dua di sekitar Pulau Dedap dan satu di sekitar Pulau Abang Kecil. Saat kami snorkeling di sekitar Pulau Dedap air kebetulan sedang pasang sehingga air laut sedikit tinggi dan berarus. Meski demikian, air laut di sekitar Pulau Dedap begitu jernih hingga menampakan terumbu karang yang dikelilingi beragam ikan, membuat kami tetap bersemangat untuk snorkeling.

Apalagi clownfish (ikan badut) berseliweran berenang dengan tenang berkeliling terumbu karang. Semakin banyak bintang film Finding Nemo tersebut berseliweran, semakin semangat para peserta snorkeling membenamkan diri lebih dalam. Apalagi team guide juga tak segan-segan membantu peserta yang belum ahli agar bisa melihat Nemo dan Marlin lebih dekat.

Dok Pri/Menikamti debur ombak dari Pulau Dedap.

Dok Pri/Menikamti debur ombak dari Pulau Dedap.

Nemo terlihat lebih jelas saat kami snorkeling di Pulau Abang Kecil. Hal tersebut dikarenakan air laut di sekitaran pulau tersebut lebih rendah. Sehingga, tanpa perlu menyelam lebih dalam kita sudah bisa melihat Nemo dan Marlin “berjalan-jalan” di sekitar terumbu karang.

Untuk pertama kalinya saya juga melihat secara langsung ubur-ubur yang sedang berenang di Pulau Abang Kecil. Ternyata ubur-ubur itu lucu, apalagi warnya transparan seperti jelly. Meski demikian, usahakan jangan sampai kena badan – nanti badan kita bergetar-getar kecil seperti tersengat listrik dengan voltase rendah.

Pengarahan dari owner Galang Bahari Wisata, Zak.

Pengarahan dari owner Galang Bahari Wisata, Zak.

Berkunjung ke Pulau Dedap

Selain ubur-ubur dan nemo, saya juga sempat meihat umang umang. Senang rasanya melihat umang umang langsung di habitatnya. Selama ini saya hanya melihat umang umang di pasar – di sebuah kotak transparan sambil dijajakan oleh abang-abang dengan rumahnya yang terbuat dari spons warna-warni.

Umang umang yang saya temukan sedang berkumpul. Mereka mengelilingi serabut kelapa yang sudah mulai terbenam pasir putih. Saat mendekat, mereka berlarian ke bebarapa arah. Khawatir mengganggu para umang-umang tersebut, akhirnya saya meninggalkan mereka usai berhasil mengambil gambar.

Dok Pri/Melihat bakau yang tumbuh dengan baik di perairan Pulau Abang.

Dok Pri/Melihat bakau yang tumbuh dengan baik di perairan Pulau Abang.

Oya, kami sebenarnya ke Pulau Dedap untuk makan siang. Pengelola Galang Bahari Wisata sudah menyiapkan sederet lauk pauk yang menggugah selera. Entah karena lapar, entah karena ikan asam pedas olahan penduduk Pulau Nguan begitu lezat, atau entah karena suasana pulau yang tak berpenghuni itu begitu indah, yang pasti nasi sepiring penuh tandas dalam waktu beberapa menit.

Setelah perut kenyang, sebagian dari kami ada yang duduk-duduk santai mengobrol sambil melihat deburan ombak yang menyapu pasir putih, beberapa ada yang tertidur pulas diatas pasir halus nan empuk, sebagian lagi ada yang sengaja berjalan-jalan sambil ber-selfie atau ber-wefie ria.

Dok Pri/Berfoto ria di pasir putih Pulau Dedap.

Dok Pri/Berfoto ria di pasir putih Pulau Dedap.

Makan siang tersebut dilakukan setelah snorkeling babak pertama. Usai makan siang kami kembali melanjutkan snorkeling di dua spot berbeda. Setelah letih menjelajah perairan Pulau Abang, kami kembali mampir ke Pulau Ranoh untuk menikmati air kelapa muda yang langsung dminum dari buahnya. Waktu yang beranjak semakin sore akhirnya membuat kami memutuskan untuk pulang. Kami akhirnya kembali ke Pulau Nguan untuk berganti pakaian dan menjemput barang-barang yang ditinggalkan.

Meski letih dan badan sedikit pegal, hati sangat senang. Kami mlah sudah berancang-ancang untuk snorkeling kembali di lain waktu. Apalagi harganya juga cukup terjangkau dan kita hanya tinggal membawa diri karena alat snorkeling dan transportasi sudah disiapkan pengelola. Selain itu kamar mandi yang digunakan untuk membilas sangat bersih dan berjumlah lumayan banyak. Ah, semoga dalam waktu dekat bisa snorkeling lagi.

Dok Pri/Snorkeling di perairan Pulau Abang.

Dok Pri/Snorkeling di perairan Pulau Abang.

Paket Snorkeling Galang Bahari Wisata

Harga Rp280.000/orang

Fasilitas

  • Transportasi laut pergi-pulang dari Pelabuhan PT Pari
  • Satu set alat snorkeling
  • Didampingi team guide yang bersertifikat
  • Foto underwater (didokumentasikan oleh pengelola)
  • Teh atau kopi hangat
  • Kelapa muda
  • Air mineral
  • Permen
  • P3K

Itu sebenarnya harga snorkeling paling standar, bila ada permintaan khusus, seperti ingin dijemput di lokasi tertentu, atau ingin disiapkan sarapan, makan siang, atau makan malam bisa disesuaikan harga paketnya. Selain itu, pengunjung juga bisa menginap – tentu dengan harga yang sedikit berbeda. Jadi, sudah siap ber-snorkeling ria? Bila tertarik bisa menghubungi pengelola Galang Bahari Wisata di nomor 0852-6463-4106 (Zaka) atau 0812-1954-4538 (Sani). Selamat menjelajah pulau cantik di Batam. Salam Bataminenglish! (*)

 

Share This:

12 thoughts on “Yuk, Bermain dengan Nemo di Perairan Pulau Abang

    1. Belum sanggup beli go pro, masih pake canon m3 sama xiomi yi. Sip tar dikirim via email y foto2 nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *