Punya Balita? Anda Wajib Simpan Tiga Benda Ini

7194_10151568052599877_1510961707_n

Saat sepasang suami dikaruniai buah hati, pasti ada rasa bahagia yang langsung menyelinap. Ada rasa senang yang membuncah karena akhirnya dianugrahi sosok yang memiliki separuh bagian dari kita. Saat awal-awal menjadi ibu atau ayah, pasti bayi mungil itu sering kita lihat lekat-lekat.

Namun tak dipungkiri, saat buah hati hadir ada sebagian ritme hidup yang berubah. Meski tak mengurangi rasa bahagia, tetap saja ada hal-hal yang tidak seperti biasanya. Apalagi saat bayi kecil itu tiba-tiba sakit. Kita yang biasanya egois, akan luluh, bahkan terkadang berdoa, “Ya… Allah, daripada anak saya, biar saya saja yang sakit.”

Hingga bayi berusia 24 bulan, bayi memang rentan sakit. Umumnya hanya sakit ringan seperti flu dan batuk. Namun namanya bayi, setiap kali flu dan batuk pasti disertai panas tinggi. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita wajib menyediakan beberapa pernak-pernik darurat di rumah. Apa saja? Yuk, disimak ulasannya disini.

img_20161117_101800

Pengukur Suhu Tubuh

Termometer atau pengukur suhu tubuh merupakan barang wajib yang harus dimiliki orangtua yang memiliki balita. Saat tubuh bayi menghangat kita harus tahu lebih dulu berapa derajat panas tubuhnya. Hal tersebut dikarenakan obat panas atau paracematol baru boleh diberikan bila suhu badan bayi mencapai tingkat tertentu.

Dokter umumnya menyarankan anak baru diberi obat demam bila suhu tubuhnya sudah mencapai 38,5º celcius. Ada juga yang menyarankan anak tidak buru-buru diberi obat panas meski demam tinggi, bila kondisi anak terlihat baik-baik saja. Kita disarankan hanya memberi minum banyak-banyak. Air putih memang dapat membantu menormalkan suhu tubuh.

Namun kalau saya pribadi biasanya langsung memberi anak paracetamol apabila suhu badannya sudah lebih dari 38,5 º celcius – meski anak terlihat baik-baik saja. Bukan apa-apa, khawatir terlambat diberi obat sehingga berdampak pada kesehatannya. Meski demikian obat yang diberikan biasanya sangat terbatas sesuai anjuran.

img_20161117_101919

Obat Penurun Panas

Selain termometer, benda wajib punya bagi orangtua yang memiliki balita ada paracetamol atau obat penurun panas. Bukan apa-apa, bayi biasanya suka panas tiba-tiba. Sering banget seharian tertawa-tawa dan bermain, malam harinya panas lumayan tinggi. Mending kalau panasnya masih pukul 21:00 atau 22:00 WIB, kalau sudah dinihari lewat jam 24:00 WIB gimana? Masa tengah malam harus ke toko obat hanya untuk beli paracetamol.

Kami pernah mengalami hal seperti itu, tengah malam sekitar pukul 02:00 WIB, anak tiba-tiba demam tinggi. Tak tanggung-tanggung suhunya mencapai 39,5 º celcius. Setengah panik langsung mencari obat penurun panas, ternyata nihil, kalaupun ada sudah dibuka berbulan-bulan lalu. Akhirnya suami terpaksa melipir ke apotek, untung ada apotek dekat rumah yang buka 24 jam, kalau tidak entah apa yang terjadi.

Saat anak demam biasanya saya tidak langsung buru-buru dibawa ke rumah sakit, apalagi setelah dia melewati usaia 24 bulan. Selain anak saya sepertinya lumayan kuat menghadapi demam – pernah demam sampai 40 º celcius dan dia hanya diam sambil memejamkan mata, saya biasanya mencari tahu dulu apa penyebab dia demam.

Bila batuk-pilek saya biasanya membeli obat generik di apotek. Baru bila setelah dua hari batu-pilek tidak mereda dan demam naik-turun saya bawa ke rumah sakit. Oiya, saat masih ASI saya malah biasanya tidak memberi obat apa-apa, saya beri saja anak saya ASI banyak-banyak, biasanya bila hanya karena batuk-pilek cepat reda. Demam kan katanya bukan penyakit, namun isyarat bahwa ada yang tidak beres dalam tubuh.

Namun orangtua tetap harus waspada, terutama bila anak tiba-tiba panas tinggi tanpa sebab. Dulu anak saya pernah seperti itu, tidak batuk-pilek, namun panas lebih dari 38 º celcius – kejadiannya beberapa kali malam hari. Bila kejadiannya seperti itu, saya biasanya buru-buru dibawa ke rumah sakit untuk cek darah.

Secara naluri, kita sebagai orangtua pasti tahu kok kapan anak hanya demam biasa dan kapan anak harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Seiring waktu pasti akan lebih banyak belajar. Namun kalau saya, lebih baik diketawin karena terlalu lebay sedikit-sedikit bawa anak ke rumah sakit, dibanding menyesal karena terlambat diperiksa. Terkadang memang suka ada aja yang usil bilang, ya ampun cuma batuk-pilek aja kok. Semuanya pilihan dan kembali ke masing-masing orangtua.

img_20161117_101822

Minyak Telon dan Sejenisnya

Saat tidak enak badan, sebagian anak biasanya menjadi lebih rewel. Anak biasanya minta digaruk, dipijat, dan lain-lain. Saat tidak begitu sehat anak saya biasanya suka minta digaruk-garuk, entah itu punggungnya yang gatal, kakinya yang katanya digigit semut – padahal tidak ada semut, hingga tangannya yang minta dikorek-korek.

Mungkin bila minta digaruknya pada jam normal kita bisa dengan sabar menggaruk, namun apa jadinya anak rewel minta digaruk-garuk saat tengah malam. Rasa kantuk yang mendera membuat kita tidak sabaran, apalagi kondisi anak mulai baikan karena udah diberi obat. Belum lagi karena mungkin malam-malam sebelumnya sudah begadang.

Agar rasa gatal di anak hilang dan kita bisa beristirahat, saya biasanya membalurkan atau menggosokan minyak telon/minyak kayu putih/balsem di tempat yang katanya gatal. Setelah diberi minyak kayu putih dan balsem biasanya anak tidur lebih nyenyak dan tidak lagi rewel. Kita pun bisa ikutan istirahat dengan tenang.

Itu sebenarnya tips yang berdasarkan pengalaman pribadi. Setiap orangtua pasti ada pengalaman yang berbeda. Adakah cerita lain yang mungkin lebih menarik dan bermanfaat dari teman-teman? Bila ada, yuk, berbagi di kolom komentar. Salam Bataminenglish! (*)

 

Disclaimer:

Semua foto dokumentasi pribadi. Foto juga hanya sebagai ilustrasi, bukan iklan atau mengarahkan membeli produk tersebut =D

Share This:

2 thoughts on “Punya Balita? Anda Wajib Simpan Tiga Benda Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *