Ini 10 Keunikan Kota Batam

Batam dengan segala keunikannya.

Batam dengan segala keunikannya.

Batam merupakan salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau. Kota tersebut terdiri dari tiga pulau utama, yakni Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang. Ketiga pulau tersebut terhubung dengan enam jembatan, yakni Jembatan Fisabilillah, Jembatan Nara Singa II, Jembatan Raja Ali Haji, Jembatan Sultan Zainal Abidin, Jembatan Tuanku Tambusai, dan Jembatan Raja Kecil – atau masyarakat lebih mengenal dengan nama Jembatan Barelang I hingga VI.

Meski hanya memiliki luas sekitar 715 km2, Batam ternyata menyimpan banyak hal menarik dan unik. Apa saja hal unik tersebut? Yuk, disimak ulasannya disini.

  1. Tidak Ada Gempa

Batam relatif bebas dari gempa. Selama lebih dari enam tahun saya bermukim di Batam, tidak pernah sekalipun merasakan gempa. Saat beberapa wilayah mengalami bencana gempa bumi pada 2009 lalu, kota yang berbatasan langsung dengan Singapura tersebut tidak terimbas. Tidak ada guncangan apapun akibat gempa bumi.

Hal tersebut ternyata dikarenakan Batam berlokasi di Pantai Timur Pulau Sumatera dan tidak memiliki patahan bumi aktif. Selain itu, Batam memiliki pulau-pulau kecil yang mengitari pulau utama. Pulau-pulau kecil tersebut berfungsi seperti benteng. Sehingga, Batam relatif aman dari bahaya gempa bumi dan tsunami.

  1. Tidak Memiliki Sungai

Batam memiliki banyak wilayah dengan awalan Sei atau Sungai, seperti Sei Panas, Sei Ladi, Sei Jodoh, Sei Harapan, Sei Lekop, hingga Sei Temiang. Meski demikian, tidak ada satupun sungai di Batam. Bila berkunjung ke kota yang memiliki 12 kecamatan tersebut, jangan harap bisa melihat sungai yang membentang seperti Ciliwung, Cisadane, atau Citarum.

  1. Tidak Dianugrahi Gunung

Berbeda dengan kota lain di Indonesia, Batam tidak memiliki gunung. Batam hanya dianugrahi bukit-bukit menjulang berbatu. Untuk sebagian titik – terutama di wilayah pusat kota, bukit-bukit tersebut bahkan sudah diratakan karena lahannya akan dipergunakan untuk kepentingan pembangunan.

  1. Sumber Air Bersih Alami Sangat Terbatas

Tidak memiliki sungai dan gunung membuat sumber air bersih di Batam sangat terbatas. Batam hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber air baku alami yang nantinya diolah sebagai air bersih. Air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut di tampung dalam enam waduk buatan. Oleh karena itu, jangan heran bila masyarakat Batam lebih peduli mengenai penghematan air bersih.

  1. Curah Hujan Tinggi

Batam merupakan replika Kota Bogor untuk masalah hujan. Curah hujan di Batam tergolong tinggi dan tidak mengenal musim. Bila di kota lain sudah mulai menapaki musim kemarau, di Batam tetap hujan. Hal tersebut mungkin salah satu anugrah dari yang maha kuasa karena kelangsungan Batam sangat bergantung pada curah hujan. Air bersih di Batam sepenuhnya mengandalkan air hujan, sehingga bila hujan berkurang secara signifikan otomatis pemenuhan air bersih kepada masyarakat akan terganggu.

  1. Memiliki Dam Estuari Terbesar di Indonesia

Batam memiliki Waduk Duriangkang yang merupakan waduk estuari terbesar di Indonesia dengan kapasitas tampung mencapai 78.180.000 m3. Waduk tersebut membendung cekungan air laut yang menjorok ke darat. Waduk Duriangkang sempat menjadi waduk estuari terbesar di Asia Tenggara, sebelum akhirnya kalah besar oleh waduk yang dibuat oleh Singapura.

  1. Memiliki Pelabuhan Internasional Terbanyak di Indonesia

Dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, Batam memiliki pelabuhan internasional terbanyak di Indonesia. Saat ini Batam memiliki lima pelabuhan internasional, yakni Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Pelabuhan Ferry Internasional Nongsa Pura, Pelabuhan Ferry Internasional Waterfront, dan Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay. Menariknya, pelabuhan-pelabuhan tersebut menawarkan fasilitas bebas visa untuk pelancong dari warga negara tertentu.

  1. Memiliki Landasan Pacu Terpanjang di Indonesia

Meski berstatus sebagai daerah terluar, bandar udara di Kota Batam memiliki landasan pacu atau run way terpanjang se-Indonesia. Landasan pacu Bandara Hang Nadim memiliki panjang hingga 4.025 meter dengan daya tampung terminal mencapai 3.300.000 penumpang – masih akan ditingkatkan menjadi 8.300.000 penumpang.

  1. Memiliki Dua Otoritas

Bila wilayah lain hanya memiliki satu otoritas – kalau tidak wali kota, pasti bupati, untuk mengelola daerah tersebut, Batam memiliki dua otoritas sekaligus. Selain wali kota, Batam juga dikelola oleh Ketua BP Batam. Oleh karena itu, dana yang masuk untuk membangun Batam juga berasal dari dua sumber – APBD dan APBN.

  1. Tanah Hanya HGB

Tanah atau lahan di Batam umumnya hanya berstatus Hak Guna Bangunan (HGB). Lahan tersebut sepenuhnya berada dibawah pengelolaan BP Batam. Pemegang hak kelola lahan umumnya diberi izin kelola selama waktu tertentu – bisa diperpanjang, dengan membayar uang sewa lahan atau lebih dikenal dengan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Ketentuan tersebut sepertinya dibuat karena Batam merupakan kota industri dengan lahan yang sangat terbatas. Bila tanah dibuat berstatus hak milik, kedepan akan sulit bila kota tersebut akan dikembangkan. Pembebasan lahan dari masyarakat terkadang alot dan memrlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi Batam cukup dekat dengan Singapura, bila nanti tanah dibuat jadi hak milik, smalah khawatir berpindah tangan ke masyarakat di luar WNI – meski mungkin nama di sertifikat tetap WNI (khawatir hanya pinjam nama).

Punya tambahan keunikan lain terkait Batam? Yuk, tambahkan di kolom komentar. Salam Bataminenglish! (*)

 

Share This:

4 thoughts on “Ini 10 Keunikan Kota Batam

    1. Hehehe pelabuhannya soalnya ditengah koya juga ya, jd lebih gampang dijangkau

    1. Batam banyak yang unik, lupa dicantumkan teh manis panas kalau di Batam disebut teh o, dan teh manis dingin disebut teh obeng. Terimakasih sudah mampir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *